Rabu, 10 Februari 2016

Gereja Ayam yang Tersembunyi


Gereja Ayam yang Tersembunyi di Magelang




Kota Magelang adalah kota yang hanya memiliki luas ± 18 km², walaupun kecil tapi kota ini banyak memiliki tempat wisata yang tak kalah menariknya dengan kota-kota besar lainya di Indonesia. Selain wisata alamnya Kota Magelang juga memiliki tempat peninggalan-peninggalan bersejarah yang aka menambah pengetahuan kalian, misalnya candi-candi, museum-museum, dll. Tidak hanya itu, Magelang juga memiliki berbagai bangunan unik yang keren dan menarik.





Misalnya Gereja Ayam, atau Gereja Merpati, ada juga yang menyebutnya dengan Gereja Burung karena bentuknya yang menyerupai seekor burung. Gereja ini sudah lama terbengkalai di tengah perbukitan daerah Magelang. Misteri tentang sejarah berdirinya gereja ini masih simpang siur.
Memang tempat ini tidak terlalu sulit dijangkau, hanya saja kita tetap harus sering bertanya pada warga desa untuk membantu menuntun hingga sampai ke lokasi gereja burung.
Menurut sebagaian informasi yang didapat dari warga sekitar, gereja ini telah berdiri sejak tahun 80an Tepatnya berada di Dusun Gombong, Desa Kembang Limus, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.




Bangunan ini terletak di Bukit Rhema, salah satu dari sekian bukit yang berada di jajaran Borobudur, bangunan ini dihiasi ornamen-ornamen yang cantik dan vintage, ada tangga berbentuk aneh untuk naik ke lantai atas, sebuah ruangan yang luas tanpa sekat, seperti tempat untuk melakukan ibadah selayaknya sebuah gereja, sedangkan pada bagian bawahnya, ada banyak ruangan berukuran 2x1 meter persegi tanpa jendela dan tanpa pintu, masih kurang jelas bangunan sekat kamar pada lantai bawah itu berfungsi sebagai apa. Menurut warga sekitar, bangunan itu sudah terbengkalai sejak 1990-an. Bangunan ini dulunya dijadikan sebagai tempat tinggal, sebelum dialih fungsikan menjadi gereja.
Tapi beberapa versi lain yang juga tidak kalah meyakinkan, gereja ini berdiri sejak tahun 90an. Dan berawal dari Daniel Alamsjah, merupakan pemilik bangunan gereja ini. Daniel menikah dengan penduduk setempat. Suatu hari Daniel mendapat visi Tuhan untuk membangun gereja berbentuk burung merpati di sebuah bukit, untuk menyatukan umat Kristen diseluruh dunia. Bentuk merpati ini diyakini sebagai simbolisasi Roh Kudus juga sebagai tempat perlindungan. Berkali-kali Daniel mendapatkan Tuhan mengatakan visi ini, hingga ia memutuskan untuk mengunjungi ibu mertuanya yang tinggal di sebuah desa di kaki bukit Monoreh, atau disebut Gombong. Ia memiliki perasaan yang kuat harus mendaki bukit ini. Setibanya di atas bukit ia mulai berdoa, apakah ini bukit yang ia lihat (dalam visi)? Daniel terus berdoa setiap hari di atas bukit, menyadari bahwa ia tak cukup memiliki uang untuk membeli bukit tersebut, sampai ia tahu Tuhan akan membantunya. Dalam waktu 6 bulan, di tahun 1994 akhiranya Daniel berhasil memiliki 2,5 hektar tanah diatas bukit dan mulai membangun proyek impiannya. Bangunan ini kini dikenal sebagai Gereja Manukan / Gereja Ayam / Bukit Merpati.




Satu versi menyebutkan, di tahun 1998, dimana saat itu Indonesia mengalami krisis ekonomi, berdampak pada proyek milik Daniel. Ia kehabisan uang dan kehilangan sponsor yang bekerja sama membangun proyek ini, hingga akhirnya Daniel kehilangan minatnya. Sejak saat itu pembanguna gereja miliknya menjadi terbengkalai. Sampai saat ini struktur bangunan gereja masih oke, hanya saja banyak cat terkelupas dan ornamen jendela di samping bangunan telah rusak dan penuh aksi vandalisme sehingga terkesan menjadi kumuh dan angker.




Menurut informasi lain mengatakan, proyek pembanguan yang dijadikan rumah doa ini hampir 70% selesai dan sempat digunakan menjadi sebuah tempat rehabilitasi pengguna narkoba, kenakalan remaja, dsb. Tempat rehabilitasi menggunakan dua ruangan yang terdapat pada lantai 1 bangunan ini. Sedangkan lantai 2 yang berupa aula besar digunakan untuk berdoa. Namun karena penolakan dari warga sekitar, yang menggira bangunan ini digunakan untuk kegiatan maksiat, akhirnya Daniel meninggalkan bagunan ini di tahun 2000, dan membangun kembali rumah doa dan panti rehabilitasi (Rhema Ministry) ditempat lain.




Walapun bangunan ini sudah lama terbengkalai dan tidak terurus, dan sudah banyak ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan, tapi bangunan ini masih berdiri dengan megahnya di atas bukit. Banyak orang yang mengunjungi tempat ini karena tertarik akan keindahan tempatnya dan uniknya bangunan. Tidak banyak dari mereka yang menggunakan tempat ini sebagai lokasi untuk hunting foto. Jadi tunggu apa lagi ayoo datang ke Magelang dan buktikan keunikan dan kemegahan Gereja Ayam.






0 komentar:

Poskan Komentar