Sabtu, 13 Februari 2016

Monyet Raksasa & Naga 150 Meter Meriahkan Imlek di Jogja


 Festival Tahun Baru China di Jogja 




Yogyakarta juga memiliki kampung pecinan bersejarah seperti halnya di berbagai negara. Kampung Ketandan sebagian warganya adalah keturunan Tionghoa. Menurut sejarah, kampung ini mulai menjadi permukiman mereka sejak masa penjajahan Belanda, yaitu semenjak akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Pada saat itu, Pemerintah Belanda menerapkan peraturan yang membatasi pergerakan (dengan sebutan passentelsel) dan membatasi wilayah (dengan sebutan wijkertelsel) kaum Tionghoa. Atas izin Sri Sultan Hamengku Buwono II, mereka dapat menetap di daerah dekat dengan pasar bringharjo. Sangat mudah mengunjungi daerah tersebut karena letaknya yang strategis berada ditengah kota, yaitu sisi selatan kawasan Malioboro atau sebelah utara Pasar Beringharjo.




Menjelang Tahun Baru Imlek, warga Kampung Ketandan mengadakan Pekan Budaya Tionghoa semenjak tahun 2006. Festival tersebut sengaja digelar oleh Pemerintah Kota Yogyakarta sebagai salah satu upaya mempertahankan identitas Kampung Ketandan sebagai Kampung Pecinan.
Dan di tahun 2016 ini, di Yogyakarta, ada sejumlah agenda menarik disiapkan untuk perayaan yang akan berlangsung pada 18-22 Februari 2016.




Acara ini dipusatkan di Kampung Ketandan dan akan dimeriahkan dengan maskot Monyet Api raksasa yang sebagaimana maskot yang sesuai dengan shio tahun ini. Maskot itu setinggi 2 meter yang dibuat khusus oleh perajin dari Kalasan Sleman. Maskot dibuat atas inisiatif Jogja Chinese Art dan Culture (JCACC).

Maskot berbentuk monyet api itu rencananya akan ikut diarak dalam karnaval yang digelar pada 21 Februari 2016 pukul 18.00 – 22.00. Tidak hanya itu, dalam karnaval imlek ini juga akan digelar lomba liong naga dalam Jogja Dragon Festival (JDF) yang memperebutkan piala raja.
Para peserta karnaval menyambut Imlek akan berjalan dari Jalan Malioboro hingga Alun-alun Utara. Mereka akan diiringi dengan musik yang direkam sebelumnya. Rute itu berbeda dari karnaval serupa tahun lalu yang berakhir di titik nol Yogyakarta.




Perayaan imlek itu juga akan dimeriahkan dengan penampilan naga liong batik sepanjang 150 meter. Namun belum bisa dipastikan berapa panjang naga liong yang akan dikirab nanti.
Target peserta JDF tahun ini maksimal 15 tim. Jumlah peserta lomba dibatasi karena slot untuk peserta karnaval untuk memeriahkan tahun baru China itu maksimal 27 peserta.




Nah gimana nih guys? seru banget kan Festival Tahun Baru Cina Tahun 2016, Jogja memang waaar biyasak deh!!








0 komentar:

Poskan Komentar